Menggali Akar, Menemukan Jiwa Pendidikan Gontor

BAGIKAN:

Pendidikan Gontor bukan sekadar sistem pembelajaran yang berlangsung di dalam ruang kelas. Ia merupakan sebuah sistem pendidikan yang tumbuh dari nilai, visi, tradisi, dan pengalaman panjang dalam membentuk manusia. Untuk memahami kekuatan pendidikan Gontor, karena itu, tidak cukup hanya melihat berbagai program, metode, atau institusi yang tampak di permukaan. Diperlukan upaya untuk menelusuri akar filosofis yang menjadi sumber kehidupan dan keberlangsungannya.

Gagasan inilah yang menjadi pintu masuk buku Melacak Akar Filosofis Pendidikan Gontor: Kajian Metaforis Syajarah Thayyibah karya Ahmad Suharto. Judul buku ini menghadirkan metafora syajarah thayyibah—pohon yang baik—sebagai perspektif untuk membaca bangunan pendidikan Gontor. Sebagaimana sebuah pohon memiliki akar yang tidak selalu tampak, tetapi menentukan kekuatan batang, pertumbuhan cabang, keluasan daun, dan keberlanjutan buahnya, demikian pula sebuah sistem pendidikan memiliki akar filosofis yang menjadi sumber bagi seluruh praktik pendidikan yang dikembangkannya.

Metafora pohon menjadi menarik karena memungkinkan pendidikan Gontor dipahami sebagai sebuah kesatuan yang hidup. Akar menggambarkan fondasi dan nilai dasar; batang merepresentasikan prinsip dan sistem yang menopang kehidupan pendidikan; cabang dan ranting menggambarkan perkembangan serta berbagai bentuk implementasi; sementara buah menunjukkan hasil pendidikan yang diharapkan. Dengan perspektif semacam ini, perhatian tidak berhenti pada apa yang tampak dari sistem pendidikan Gontor, tetapi diarahkan kepada pertanyaan yang lebih mendasar: dari mana nilai-nilai pendidikan Gontor tumbuh, apa yang membuatnya bertahan, dan bagaimana nilai tersebut terus menghasilkan generasi penerus?

Keunggulan pendekatan metaforis dalam buku ini terletak pada kemampuannya menjembatani gagasan filosofis dengan realitas pendidikan. Filosofi pendidikan yang terkadang bersifat abstrak dapat dibaca melalui gambaran yang lebih konkret dan mudah dipahami. Syajarah thayyibah tidak sekadar menjadi simbol estetis, tetapi menjadi cara untuk melihat hubungan antara fondasi, proses pertumbuhan, dan hasil pendidikan.

Buku ini juga menarik karena mengajak pembaca melihat pendidikan Gontor bukan sebagai kumpulan metode yang berdiri sendiri. Di balik berbagai praktik pendidikan terdapat pandangan tentang manusia, ilmu, kehidupan, nilai, perjuangan, dan tujuan pendidikan. Dengan demikian, memahami pendidikan Gontor secara lebih mendalam berarti juga berusaha memahami worldview yang menjadi sumber dari sistem tersebut.

Dalam konteks pendidikan pesantren, perspektif ini menjadi penting. Pesantren sering kali dinilai dari institusi, kurikulum, tradisi, atau alumninya. Namun, kekuatan sebuah pesantren sesungguhnya juga terletak pada nilai yang diwariskan dan dihidupkan secara terus-menerus. Ketika nilai tersebut menjadi budaya dan kemudian membentuk karakter peserta didik, pendidikan tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan sebuah tradisi keilmuan dan peradaban.

Melalui Melacak Akar Filosofis Pendidikan Gontor, pembaca diajak untuk tidak hanya melihat “pohon” pendidikan Gontor yang tampak besar dan berkembang, tetapi juga menelusuri akarnya. Di situlah letak daya tarik utama buku ini: mengajak pembaca memahami bahwa keberhasilan suatu sistem pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kekuatan fondasi filosofis yang menopangnya.

Penilaian

Buku ini memiliki tema yang relevan bagi siapa saja yang ingin memahami pendidikan Gontor secara lebih mendalam, khususnya dari perspektif filosofis. Penggunaan metafora syajarah thayyibah memberikan pendekatan yang menarik untuk menjelaskan hubungan antara nilai dasar, sistem pendidikan, proses pembentukan manusia, dan hasil pendidikan.

Pada akhirnya, buku ini dapat dibaca sebagai sebuah upaya menelusuri “akar” di balik “pohon” pendidikan Gontor. Sebab, pohon yang baik tidak hanya dinilai dari seberapa tinggi ia tumbuh, tetapi juga dari seberapa kuat akarnya menancap dan seberapa baik buah yang dihasilkannya.

Melacak Akar Filosofis Pendidikan Gontor dengan demikian menawarkan sebuah cara pandang reflektif: untuk memahami pendidikan Gontor, kita perlu melihat bukan hanya apa yang dilakukan, tetapi juga nilai dan filosofi yang membuat semua itu dilakukan.